Home > Uncategorized > Life Begin at 40 or 35 ?

Life Begin at 40 or 35 ?

young

Gunarsa (Psikologi Untuk Keluarga, 1988) menduga  bahwa usia tengah baya berlangsung lebih cepat 5 th dari perkiraan orang. Menurutnya usia tengah baya adalah  pada umur 35 – 60 th. Sementara Jim & Sally (Krisis Tengah Baya, 1987), membatasi bahwa usia tengah baya adalah antara 33 – 70 th.

Akan tetapi sekalipun terdapat beberapa perbedaan, yang jelas adalah bahwa usia tengah baya bukanlah usia muda dan usia 70 th sungguh berbeda dengan usia 40 th.
Ketika seseorang telah mencapai usia tengah baya, ada kecenderungan untuk meningkat berat badannya. Berat itu terutama berpusat pada daerah perut. Ini sering disebut dengan “kegendutan tengah baya”.
Kebanyakan dari usia tengah baya, ingin terbebas dari keadaan ini. Mereka banyak melakukan olah raga dan diet untuk mengurangi kegemukan. Selain ukuran tubuh, maka rambut, kulit dan tulang merupakan bagian fisik yang mulai mengalami perubahan.
Keragaman  terjadinya kecepatan perubahan tersebut umumnya dipengaruhi oleh jenis kelamin dan tingkat status sosial ekonomi.
Sebenarnya menjadi tua tidak pernah terjadi secara drastis. Proses menua terjadi secara gradual. Terdapat 3 macam reaksi psikologi atas usia tengah baya ini.
Pertama adalah sikap tidak berdaya, dikuasai oleh rasa putus asa, merasa sangat kecewa  terhadap diri sendiri dan memandang kehidupan sebagai suatu proses yang sulit dimengerti dan dilakukan.
Kedua, adalah kondisi psikologis yang merasa terjebak dalam rutinitas hidup meski tidak tenggelam dalam keputusasaan akan tetapi percaya  tidak akan bisa mengalahkan rutinitas itu. Cirinya antara lain timbulnya sikap menolak terhadap proses menua itu tadi, seperti misalnya bersolek secara berlebihan untuk menutupi ketuaannya, tidak percaya diri dll.
Dan kondisi ketiga adalah sikap usia tengah baya yang terus tumbuh memilih untuk berkembang. Reaksi psikologis seperti ini memandang bahwa setiap bagian kehidupan ini sebagai suatu masa yang kritis untuk tumbuh dan menjadi dewasa/matang. Manifestasi perubahan psikologisnya adalah selalu optimis memanfaatkan apa yang dimiliki, merasa bahwa hidup baru dimulai pada usia 40 tahun.
Apapun pahitnya, usia tengah baya pasti akan datang juga. Akankah rentang usia itu memicu konflik atau memacu semangat, merupakan krisis atau saat prestatif? Jawabannya berpulang pada masing-masing individu yang dalam hal ini sungguh ditentukan oleh kesuksesan individu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan fase sebelumnya, pengertian dan kesiapannya menghadapi usia tengah baya.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS 16: 18).
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS 93: 11)
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmatku maka sesungguhnya azabku sangat pedih” (QS. Ibrohim:7)
Semoga Allah selalu melindungi dan memberi yang terbaik untuk orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah limpahkan.Orang yang pandai bersyukur atas apa yang Allah berikan pasti orang tersebut hidupnya akan bahagia.
Referensi :
1. Jim dan Sally Conway, Krisis Tengah Baya (terjemahan), Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
2. Gunarsa, Y.Singgih D, Psikologi Untuk Keluarga, BPK Gunung Agung, Jakarta, 1988
3. http://rumah-optima.com
4. www.dakwatuna.com
Categories: Uncategorized Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: