<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SDM &#38; Motivasi Sukses Bisnis</title>
	<atom:link href="http://mentalsukses.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mentalsukses.wordpress.com</link>
	<description>Blog motivasi, aneka bisnis &#38; Manajemen Sumber Daya Manusia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Mar 2011 15:46:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mentalsukses.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SDM &#38; Motivasi Sukses Bisnis</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mentalsukses.wordpress.com/osd.xml" title="SDM &#38; Motivasi Sukses Bisnis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mentalsukses.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apakah Blog Anda Sepi Pengunjung?</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/21/apakah-blog-anda-sepi-pengunjung/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/21/apakah-blog-anda-sepi-pengunjung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 15:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[mindset]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Saat pertama kali memulai blog Anda, Anda pasti memiliki energi penuh dan semangat untuk terus bekerja atas, ide-ide tersebut datang dengan mudah, Anda telah mengumpulkan konten terbaik untuk blog Anda, tapi hasilnya tidak seperti apa yang Anda harapkan, Anda terus bertanya-tanya apa yang salah dengan blog Anda, dan apa yang sebenarnya hilang! mari kita bahas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=229&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat pertama kali memulai blog Anda, Anda pasti memiliki energi penuh  dan semangat untuk terus bekerja atas, ide-ide tersebut datang dengan  mudah, Anda telah mengumpulkan konten terbaik untuk blog Anda, tapi  hasilnya tidak seperti apa yang Anda harapkan, Anda terus bertanya-tanya  apa yang salah dengan blog Anda, dan apa yang sebenarnya hilang!</p>
<p>mari  kita bahas pada beberapa point!<br />
<span id="more-229"></span></p>
<h3>Skenarionya  biasa terlihat seperti ini&#8230;</h3>
<ul>
<li>Anda punya ide situs web yang  besar dan mulai membuat blog Anda.</li>
<li>Anda mendapatkannya, dan  mencari persis seperti yang Anda inginkan, Anda menjadi sangat  bersemangat.</li>
<li>Anda pompa dari sejumlah artikel yang besar, dan  mulai posting secara teratur.</li>
<li>Anda memperhatikan bahwa hampir  tidak ada yang mengunjungi situs Anda; jumlah pelanggan Anda sangat  sedikit/menyusut dan tidak ada yang meninggalkan komentar.</li>
<li>Anda  mulai merasa putus asa dan tidak termotivasi dengan sangat cepat.</li>
</ul>
<p>Apa  yang saya jelaskan kepada Anda yang terjadi pada hampir semua blogger  baru, tetapi sayangnya, sebagian besar (atau <a href="http://www.nytimes.com/2009/06/07/fashion/07blogs.html">95% sesuai  dengan tulisan pada NY Times</a>) akhirnya menyerah selama ini terjadi  &#8220;hari-hari sepi&#8221; pada blog baru mereka.</p>
<h3>Apa Rahasia 5%?</h3>
<p>Jadi,  jika Anda mengalami hal seperti yang terjadi diatas sampai pada tahap  95% kejenuhan itu datang, maka bagaimana Anda bisa menarik  kesimpulannya? Pasti ada &#8220;rahasia&#8221; jika hanya 5% dari semua blogger bisa  melakukannya, kan?</p>
<p>Rahasianya adalah up-grade diri Anda. 5% dari blogger yang  melewati  hari-hari sepi dari blog mereka tahu bahwa blog mereka adalah sesuatu  yang berharga, bahkan jika belum ada banyak orang yang belum  menemukannya. Mereka tidak perlu orang lain untuk &#8220;mengkonfirmasi&#8221;  kepada mereka bahwa blog mereka adalah berharga karena mereka meng-upgrade diri mereka sendiri.</p>
<p>Dari  sana, mereka naik gelombang ketekunan dan usaha yang konsisten sampai  mereka bebas.</p>
<h3>Apa yang Lain Bisa Anda Lakukan?</h3>
<p>Pada  akhirnya, akhirnya bermuara pada ANDA. Tidak benar-benar ada jalan itu.  Anda sendiri yang akan membuat keputusan akhir, apakah itu untuk terus  atau menyerah, dan tidak ada rumus ajaib &#8220;untuk itu, namun saya dapat  memberikan beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menjaga  konsistensi Anda pada Postingan tentang <a href="http://rudyazhar.blogspot.com/2010/05/bagaimana-menemukan-ide-blogging.html">Bagaimana Menemukan  Ide Blogging.</a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Jika Anda telah  banyak membuat artikel, maka Anda kemungkinan besar sudah baik &#8220;sudah  eksis&#8221;, atau sedang akan melewatinya. Hanya ingat bahwa Anda tidak  sendirian. Setiap blog (hampir  semua) berjalan melewatinya. Kuncinya adalah untuk mencari jadi diri dan  tetap gigih.</p>
<p>Membuat jadwal sederhana, konsisten, dan secara  aktif mempromosikan blog Anda untuk mengurangi durasi &#8220;kesepian blog Anda&#8221; dan sebelum Anda  menyadarinya, Anda akan mulai berharap bahwa blog Anda memiliki beberapa  kelebihan untuk tidak melewati hari-hari yang sepi!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=229&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/21/apakah-blog-anda-sepi-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Berpikir Kritis di dalam Belajar</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/strategi-berpikir-kritis-di-dalam-belajar/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/strategi-berpikir-kritis-di-dalam-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 05:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[HR Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Studi berpikir kritis suatu subyek atau masalah dengan pengertian yang luas (terbuka). Proses dimulai dengan sutau pernyataan apa yang akan dipelajari, menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan, dan kesimpulan pola-pola pengertian yang didasarkan pada kejadian. Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para pengajar maupun para ahli membandingkan dan membentuk lembaga penilaian. Masuk dengan pikiran terbuka: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=227&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Studi berpikir kritis suatu subyek atau masalah dengan  pengertian yang luas          (terbuka).</strong></p>
<blockquote><p>Proses dimulai dengan sutau pernyataan apa yang akan  dipelajari,<br />
menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan  kemungkinan-kemungkinan,<br />
dan kesimpulan pola-pola pengertian yang  didasarkan pada kejadian.<br />
Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para  pengajar               maupun para ahli membandingkan dan membentuk  lembaga penilaian.</p>
<p><span id="more-227"></span></p></blockquote>
<p><strong>Masuk dengan pikiran terbuka:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Jelaskan tujuan Anda, apa yang Anda ingin  pelajari<br />
</strong>Bereskan dan yakinkan subyek Anda dengan guru  Anda atau ahli.</li>
</ul>
<blockquote><p><strong>Topik dapat dengan frase yang sederhana:</strong><br />
&#8220;Peran  Gender di dalam permainan video game?<br />
&#8220;Sejarah Politik Perancis di  antara Perang Besar pada paruh abad ke-20?<br />
&#8220;Penanaman Pohon Mahogoni  di Amerika Tengah?<br />
&#8220;Peraturan Perpipaan Domestik di Daerah Pinggiran  Kota?<br />
&#8220;Kosa kata dan Struktur Kerangka Manusia?</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Pikirkan apa yang Anda ketahui tentang subyek</strong><br />
Apa  yang Anda sudah ketahui akan membantu Anda di dalam studi ini?<br />
Apa  prasangka Anda?</li>
<li><strong>Sumber apa yang penting untuk Anda, dan  penentuan </strong><strong><span style="text-decoration:underline;">garis waktu </span>Anda?</strong></li>
<li><strong>Memperoleh informasi</strong><br />
Menutup  pikiran tidak akan membuka pilihan Anda dan<br />
peluang kesempatan.</li>
<li><strong>Bertanyalah</strong><br />
Apa prasangka para  pengarang terhadap informasi?</li>
<li><strong>Aturlah apa yang Anda kumpulkan ke dalam  pola-pola pemahaman</strong><br />
Carilah kaitannya</li>
<li><strong>Ajukan pertanyaan (lagi)</strong></li>
<li><strong>Pikirkan bagaimana Anda akan mendemonstrasikan  pelajaran Andaesuai<br />
sesuai dengan topik Anda. Ya! Bagaimana Anda  mencipatakan ujian<br />
Tentang apa yang Anda pelajari?<br />
</strong>Dari yang sederhana ke yang lebih sulit (1-6) terapan:</li>
</ul>
<div>
<blockquote>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="5">
<tbody>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">1.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;"> Daftar, label, identitas</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Demonstrasi  Pengetahuan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">2.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Defininisikan, jelaskan,<br />
ringkaskan dengan kata-kata<br />
Anda sendiri</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Pengertian/Pemahaman</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">3.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Pecahkan,  terapkan ke situasi                          baru</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Gunakan  pelajaran Anda,</span><span style="font-size:small;"> dan terapkan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">4.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Bandingkan dan  tentangkan,                          perbedaan antara item</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Analisis</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">5.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Ciptakan,  gabungkan, invent</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Sintesis</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="font-size:small;">6.</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Alihkan,  rekomendasikan, nilai</span></td>
<td width="45%" valign="top"><span style="font-size:small;">Evaluasi dan  jelaskan mengapa</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</blockquote>
</div>
<p><strong>Pikirkan di dalam aturan bagaimana membuat          pelajaran Anda sebagai petualangan di dalam penjelajahan!</strong></p>
<p><strong>Ringkasan Berpikir Kritis:</strong></p>
<ul>
<li>Tentukan fakta-fakta di dalam situasi baru atau subyek  tanpa prasangka</li>
<li>Tempatkan fakta-fakta dan informasi ini sedemikian  rupa di dalam pola              Sehingga Anda memahaminya</li>
<li>Menerima atau menolak sumber nila dan kesimpulan yang  didasarkan pada               pengalaman, penilaian, dan keyakinan Anda.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=227&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/strategi-berpikir-kritis-di-dalam-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Mau Jadi Pecundang (Sebuah Cerita Yang Menambah Keimanan Kita)</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/jangan-pernah-mau-jadi-pecundang-sebuah-cerita-yang-menambah-keimanan-kita/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/jangan-pernah-mau-jadi-pecundang-sebuah-cerita-yang-menambah-keimanan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 04:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[keimanan]]></category>
		<category><![CDATA[Merza Ghulam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[pecundang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini kisah yang saya sadur dari blog tetangga, mudah-mudahan bermanfaat. “Entah termasuk nasib buruk atau nasib baik, aku tidak mempermasalahkan. Atau jangan-jangan ini adalah takdir  untuk menguji kedalaman pengetahuanku tentang keyakinan (agama) yang kuanut.  Dalam waktu yang berurutan aku bertemu dengan 3 orang yang membuatku harus menanggapi pendapat atau ajakannya. Pertemuan Pertama. Nothing to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=224&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini kisah yang saya sadur dari blog tetangga, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>“Entah  termasuk nasib buruk atau nasib baik, aku tidak mempermasalahkan. Atau  jangan-jangan ini adalah takdir  untuk menguji kedalaman pengetahuanku  tentang keyakinan (agama) yang kuanut.  Dalam waktu yang berurutan aku  bertemu dengan 3 orang yang membuatku harus menanggapi pendapat atau  ajakannya.</p>
<p><strong>Pertemuan Pertama. <em>Nothing  to lose</em>.</strong></p>
<p>Sudah beberapa kali aku bertemu dengan  Mr. Venus (bukan nama sebenarnya). Dia adalah orang Amrik, kukenal  sebagai seorang guru (<em>native speaker</em>) pada lembaga sebuah  kursus bahasa Inggris. Dengan modal  Ingris  yang pas-pasan aku  memberanikan diri ngobrol dengannya. Ngobrol tentang  apa saja, walau  kadang agak tersendat karena modal <em>vocabulary</em>- ku yang tidak  sebanyak ia punya. Sampai suatu saat aku ngobrol tentang keyakinan.</p>
<p><span id="more-224"></span></p>
<p>Dengan  tegas ia menyatakan bahwa ia  adalah seorang Atheis. Tidak percaya  adanya Tuhan. (Sebelumnya ia  pernah berkata bahwa di Amerika,  pembicaraan yang menyangkut <em>privacy</em>,  seperti  keyakinan,  agama dan aliran politik sangat ditabukan). Saat  kudesak, dengan  pertanyaan , lantas siapa yang menciptakan anda?  (rasain pikirku)</p>
<p>Jawabannya diluar dugaanku, asal mula  kehidupan adalah Big Bang. Bicaralah  dia tentang terbentuknya alam  berikut isinya . . . . bla…bla…bla. Yang  menyakitkan, dia bilang orang  ber Tuhan itu cengeng, jika gagal akan  meminta kepada Tuhan untuk  kesuksesannya. Sedangkan dia tidak,  jika gagal, introspeksi.</p>
<p>Jujur,  pengetahuanku tentang agama yang  kuanut pas-pasan, membuatku tidak  berkutik akan jawabannya. Kalaupun  aku akan menyetir ayat ataupun hadist  sesuai agama yang kuanut,  pastilah dia akan mencibir dan menuduhku  sepihak alias tidak fair.  Jadilah aku terdiam untuk beberapa saat. Tapi  jangan dikira aku terdiam  karena terpojok, aku terdiam untuk berpikir.</p>
<p>Aha inilah jawaban yang kusampaikan  padanya.</p>
<p>Dengan  tegas kukatakan, aku percaya  akan adanya Tuhan. Kalau seandainya  dikemudian hari (akhirat, maksudku)  ternyata Tuhan tidak ada, aku tidak  akan rugi dan tidak mendapatkan  sanksi apapun. Tetapi jika ternyata  Tuhan memang ada, aku selamat dan  tidak mendapatkan sanksi. Sebaliknya  anda (Mr.Venus), jika dikemudian  hari ternyata Tuhan tidak ada, memang,  anda tidak akan mendapatkan  sanksi, tetapi jika ternyata Tuhan itu ada,  anda akan mendapatkan  sanksi.</p>
<p>Jadi buatku,  <em>nothing to lose</em>.</p>
<p>Mr.  Venus terdiam, entah dia sependapat  dengan ucapanku atau tidak. Yang  jelas pertemuan berikutnya kami tidak  membicarakan hal itu lagi. Dan  diapun tidak pernah menyinggung hal  yang sama.</p>
<p><strong>Pertemuan kedua. Hanya satu  kata.</strong></p>
<p>Dalam  suatu lokakarya aku berkenalan  dengan seseorang, sebut saja mas Uranus.  Walau baru kenal, aku langsung  akrab, mungkin karena kami berasal dari  daerah yang sama, kuliah di  universitas yang sama (walau beda tahun  kuliah). Nggak ada hujan nggak  ada angin, mas Uranus mengajakku  berdiskusi tentang keyakinan.  Keyakinan yang dianut mas Uranus adalah  mirip dengan keyakinan yang  kuanut. Perbedaan yang mencolok pada  persoalan nabi. Menurut  keyakinannya, setelah Nabi Muhammad SAW, ada  nabi lagi yakni nabinya,  Merza Ghulam Ahmad. Bahkan ia berteori setiap  100 tahun akan muncul  nabi baru.</p>
<p>Banyak  hal yang ia sampaikan, tapi satu  hal yang kuingat. Dalam Al Qur’an ada  statement yang menyatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir  (khatamman nabiyun). Mendengar  hal itu aku sependapat. Bukan mas Uranus  kalau berhenti disitu, rupanya  mas Uranus memelintirnya menjadi suatu  analogi.</p>
<p>Katanya: ”Ibarat membaca Al Qur’an  sampai khatam, apakah lantas kamu tidak membaca Al Qur’an lagi?”.</p>
<p>Lagi-lagi,  keterbatasanku dalam  pengetahuan agama, membuatku terdiam. Ingin  rasanya aku menyetir Hadist  ataupun ayat-ayat Al Qur’an, tetapi apa daya  aku tidak hafal. Lagian,  dari omongannya yang lancar, aku yakin dia  lebih banyak hafal hadist  dan ayat Al Qur’an dibanding aku. Tapi ya  sudah, yang penting aku tidak  boleh kalah menghadapinya.</p>
<p>”Gimana mas, ada pendapat lain”  tiba-tiba mas Uranus menyerbuku lagi dengan kata-kata, membuat buyar  pengembaraan pikiranku.</p>
<p>”Begini mas, aku mau jawab yang  simpel-simpel saja” ucapku</p>
<p>”Apa itu mas?’</p>
<p>Aku  masih terdiam, belum menanggapi  kata-kata terakhirnya. Dalam  kediamanku, tiba-tiba aku teringat seorang  Ustadz pernah berkata (dan  aku mengamininya), bahwa Nabi asli memiliki  ciri-ciri yang mudah  dihafal.</p>
<p>”Apa lagi mas?”</p>
<p>”Konon, nama nabi hanya terdiri dari  satu kata. Tengoklah  mulai dari Nabi Adam AS , Ayub AS, Ibrahim AS,  Ismail AS, Ishak AS,  Musa AS, Sulaeman AS, Yusuf AS, dan sebagainya,  sampai kepada Nabi Isa  AS  dan Nabi Muhammad SAW”.</p>
<p>Mendengar  hal itu mas Uranus, terdiam.  Mungkin dalam hatinya sedang berhitung,  Merza satu, Ghulam dua, Ahmad  tiga. Esoknya dia tidak  menyinggung-nyinggung lagi hal itu.</p>
<p><strong>Pertemuan ketiga. Jumlah  Raka’at.</strong></p>
<p>Kali ini adalah pertemuan dengan kakak  iparku. Sebut saja mas Jupiter. Tidak tanggung-tanggung, sejak pensiun  dari perusahaan  consumer  goods ternama, kakak iparku menyepi dan  mendirikan dan mendirikan  padepokan di suatu kota kecil di Jawa Tengah.  Ia meneruskan ajaran  gurunya, mengajarkan suatu aliran. Seluruh  pengikutnya (tidak banyak  sih), mengikuti ajarannya.</p>
<p>Lama kami tidak saling bertemu, sekali  bertemu eee dia malah berkhotbah. Intinya ingin mengajakku ikut pada  alirannya</p>
<p>Inti ajarannya adalah tidak percaya  kepada Hadist, menurut klaim mereka, mereka ingin mengamalkan  Al Qur’an  secara murni dan konsekwen. Persetan dengan hadist. Belakangan aku  mendengar jika aliran itu disebut inkar sunnah.</p>
<p>Sebagai  adik mungkin dimatanya aku  dianggap sebagai sasaran empuk, apalagi aku  bekerja di suatu institusi  yang berlabel syariah. Semalam suntuk aku  diindoktrinasi.</p>
<p>Lagi-lagi  keterbatasan pengetahuan  agama membuatku tidak dapat meng-kick balik.  Mau ngomong apa, aku  bingung. Jadilah aku seperti kerbau yang dicokok  hidungnya. Untunglah,  lamat-lamat terdengar adzan subuh. Aha, aku punya  ide.</p>
<p>Sembari berkemas untuk sholat shubuh,  aku mencoba mengakhiri pembicaraan.</p>
<p>”Mas,  kalau saja mas dapat menunjukkan  padaku ayat Al Qur’an yang menyebutkan  sholat shubuh 2 rakaat, dhuhur 4  raka’at, ashar 4 raka’at dan  seterusnya, aku akan ikuti ajaran mas.  Tapi sebaliknya jika tidak ada,  tolong jangan ganggu aku”.</p>
<p>Gubrak,  kakak iparku terperangah akan  jawabanku. Tetapi bukan kakak iparku  kalau tidak ngeyel. Tetap aja  bla…..bla….bla, nerocos. Tapi kali ini  tak kutanggapi.</p>
<p>Pesan  moral, keterbatasan pengetahuan  agama, jangan membuat anda jadi  pecundang. Gunakan akal dan mintalah  petunjuk Allah SWT, insyaAllah akan  jadi pemenang, setidak-tidaknya  anda bukan pecundang.”</p>
<p>Hmm sungguh pengalaman yang menakjubkan  ckckckckck</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=224&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/jangan-pernah-mau-jadi-pecundang-sebuah-cerita-yang-menambah-keimanan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Konflik : Cara Mengelola Konflik secara Efektif</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/manajemen-konflik-cara-mengelola-konflik-secara-efektif/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/manajemen-konflik-cara-mengelola-konflik-secara-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 03:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[HR Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya. Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=219&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar  kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik  dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat  negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang  dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara  mengelolanya.<a rel="nofollow" href="http://rajapresentasi.com/" target="_self"><strong></strong></a></p>
<p><strong><span id="more-219"></span><br />
</strong></p>
<p>Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer  tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi, tetapi  juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang  membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan  aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin.</p>
<p><strong>Penyebab Konflik</strong><br />
Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai  berikut:</p>
<p><em>A. Faktor Manusia</em><br />
1. 	Ditimbulkan oleh atasan, terutama karena gaya kepemimpinannya.<br />
2. 	Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku.<br />
3. 	Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual, antara lain sikap  egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap otoriter.</p>
<p><em>B. Faktor Organisasi</em><br />
1. 	Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.<br />
Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya  terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul persaingan dalam  penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar  unit/departemen dalam suatu organisasi.</p>
<p>2. 	Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.<br />
Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi,  tugas, dan bidangnya. Perbedaan ini sering mengarah pada konflik minat  antar unit tersebut. Misalnya, unit penjualan menginginkan harga yang  relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara  unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk  memajukan perusahaan.</p>
<p>3. 	Interdependensi tugas.<br />
Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok  dengan kelompok lainnya. Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena  menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya.</p>
<p>4. 	Perbedaan nilai dan persepsi.<br />
Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa  mendapat perlakuan yang tidak “adil”. Para manajer yang relatif muda  memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugas-tugas yang cukup berat,  rutin dan rumit, sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang  ringan dan sederhana.</p>
<p>5. 	Kekaburan yurisdiksional. Konflik terjadi karena batas-batas  aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih.</p>
<p>6. 	Masalah “status”. Konflik dapat terjadi karena suatu  unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan status, sedangkan  unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam  posisinya dalam status hirarki organisasi.</p>
<p>7. 	Hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan,  pengawasan, koordinasi bahkan kepemimpinan dapat menimbulkan konflik  antar unit/ departemen. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi  yang bagus tentang management skills dan personal development, silakan <a rel="nofollow" href="http://rajapresentasi.com/" target="_blank">KLIK  DISINI</a> ).<br />
<strong><br />
Akibat-akibat Konflik</strong><br />
Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara  mengelola konflik tersebut.<br />
<em>Akibat negatif</em><br />
•	Menghambat komunikasi.<br />
•	Mengganggu kohesi (keeratan hubungan).<br />
•	Mengganggu kerjasama atau “team work”.<br />
•	Mengganggu proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi.<br />
•	Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.<br />
•	Individu atau personil menga-lami tekanan (stress), mengganggu  konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustrasi,  dan apatisme.<br />
<em><br />
Akibat Positif dari konflik:</em><br />
•	Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis.<br />
•	Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan.<br />
•	Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan  dalam sistem dan prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.<br />
•	Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif.<br />
•	Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.<br />
<strong><br />
Cara atau Taktik Mengatasi Konflik</strong><br />
Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana.  Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan  dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan  konflik, berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta  kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha  mengatasi konflik yang muncul.</p>
<p>Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:<br />
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan  menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.</p>
<p>Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan  kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan  menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan  standar keadilan yang berlaku.</p>
<p>Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak,  dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini  dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji  secara eksplisit.</p>
<p>Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan  memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta,  perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur.  Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan  secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.</p>
<p>Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau  kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam  tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila  tugas saling bergantung satu sama lain.</p>
<p>Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar  menyerah; akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang  formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat  dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini  sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah  secara terpaksa.<br />
<strong><br />
Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:</strong><br />
Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua  pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam  penyelesaian konflik.</p>
<p>Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua  pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat.  Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi  dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau  tindakan destruktif.</p>
<p>Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk  menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin  komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta  mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas  penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.</p>
<p>Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak  serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan  konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak  berusaha untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk  meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak  terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian  masalah yang menjadi pokok sengketa.</p>
<p>Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:<br />
1. 	Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.<br />
2. 	Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.<br />
3. 	Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut  hak karyawan.<br />
4. 	Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang  muncul.<br />
5. 	Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.<br />
6. 	Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit  kerja.<br />
7. 	Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata  rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling  hebat.<br />
8. 	Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling  pengertian antar unit/departemen/ eselon.</p>
<p><em>Sumber : Majalah Eksekutif Edisi Februari 1987.</em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=219&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/19/manajemen-konflik-cara-mengelola-konflik-secara-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangkuk Bakso</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/18/semangkuk-bakso/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/18/semangkuk-bakso/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 16:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel. &#8220;Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=216&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.  &#8220;Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan,&#8221; gerutunya dalam hati. &#8220;Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!&#8221;  Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.  Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja.</p>
<p><span id="more-216"></span></p>
<p>Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.  &#8220;Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam,&#8221; sapa si tukang bakso.  &#8220;Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,&#8221; jawabnya tersipu malu.  &#8220;Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak.&#8221;  Putri pun segera duduk di dalam.  Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, &#8220;Lho, kenapa menangis, neng?&#8221; tanya si abang.  &#8220;Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya&#8230; hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang.&#8221;  &#8220;Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho.&#8221;  Putri seketika tersadar, &#8220;Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?&#8221;  Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,  &#8220;Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu.&#8221;  &#8220;Ibu, maafkan Putri, Bu,&#8221; Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.  =====================================================  Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.  Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya. Sumber : andriewongso.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=216&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2011/03/18/semangkuk-bakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Rahasia Sukses Pencari Kerja</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/26/empat-rahasia-sukses-pencari-kerja/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/26/empat-rahasia-sukses-pencari-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 15:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[HR Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan. Banyak orang frustasi lantaran tidak kunjung mendapat pekerjaan. Padahal mereka sudah merasa berusaha maksimal. Seketika, Anda mungkin menganggap diri tidak pernah beruntung dan selalu bernasib buruk. Salah seorang psikolog mengatakan, keberuntungan berkaitan dengan cara berpikir dan bagaimana seseorang memandang hidup ke depan. Seperti pepatah lama, &#8220;Keberuntungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=212&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><em><strong>Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.</strong></em></span></p>
<p>Banyak orang frustasi lantaran tidak kunjung mendapat pekerjaan. Padahal mereka sudah merasa berusaha maksimal. Seketika, Anda mungkin menganggap diri tidak pernah beruntung dan selalu bernasib buruk.</p>
<p>Salah seorang psikolog mengatakan, keberuntungan berkaitan dengan cara berpikir dan bagaimana seseorang memandang hidup ke depan. Seperti pepatah lama, &#8220;Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.&#8221;<br />
<span id="more-212"></span><br />
Berikut rahasia sukses para pencari kerja:</p>
<p><strong>1. Percaya diri sebagai seorang &#8216;lucky person&#8217;</strong><br />
Berpikirlah positif dan selalu optimis. Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pola pikir yang benar dan bisa meraih keberuntungan bagi si pencari kerja. Anda harus benar-benar percaya bahwa hal-hal yang baik akan terjadi. Jangan terlena dengan pikiran negatif.</p>
<p>&#8220;Jika Anda yakin beruntung banyak waktu, Anda akan cenderung untuk memperlihatkan perilaku yang membuat orang lebih responsif terhadap Anda,&#8221; ujar Martin Seligman, profesor psikologi di University of Pennsylvania dan penulis buku &#8216;Authentic Happiness&#8217;.</p>
<p><strong>2. Anggap diri sebagai seorang istimewa</strong><br />
Jika terus-menerus membandingkan hidup Anda dengan orang lain. Pertimbangkan hal berikut: Hanya karena seseorang mungkin memiliki nasib baik (misal memenangkan lotere atau mendapatkan pekerjaan) itu tidak berarti kebahagiaan terjamin.</p>
<p>Pepatah mengatakan, &#8220;Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau.&#8221; Tapi ada hal yang selalu harus diingat, hanya karena sesuatu yang mungkin tampak besar bagi seseorang, itu bukan berarti akan menjadi hal yang juga baik untuk Anda. Anda harus membuka jalan Anda sendiri, bukan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.</p>
<p><strong>3. Belajar kendalikan emosi</strong><br />
Waspadalah dengan kondisi emosi Anda. Emosi negatif bisa menghambat keberuntungan karena bisa memicu kebencian, amarah, cemburu, atau rasa malu. Hal ini justru akan menghambat Anda mendapatkan bantuan atau kerja sama dari orang lain.</p>
<p>Belajarlah mengendalikan emosi negatif yang muncul demi menciptakan rasa lebih optimis, percaya diri, dan ekstrovert. Dengan begitu, semua orang yang tertarik membantu Anda akan berpikir bahwa Anda memiliki kepribadian yang menarik.</p>
<p><strong>4. Berpikir terbuka dan perluas pergaulan</strong><br />
Cobalah selalu berpikir terbuka terhadap segala peristiwa. Lihat setiap kejadian sebagai situasi yang potensial untuk meningkatkan keberuntungan. Misalnya, saat melakukan percakapan dengan seseorang yang duduk di sebelah Anda di pesawat, dapat membuka jaringan kerja. Atau bergaulah dengan kelompok sosial yang berbeda.</p>
<p>&#8220;Selalu menjadi orang yang terbuka dalam pergaulan dan bersiaplah untuk membuat kesalahan,&#8221; kata John Krumboltz, profesor pendidikan di Universitas Stanford. &#8220;Dengan begitu, Anda akan mendapatkan lebih banyak pegalaman hidup.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=212&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/26/empat-rahasia-sukses-pencari-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Tarik Menarik</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/16/hukum-tarik-menarik/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/16/hukum-tarik-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 04:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[tarik menarik]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Mereka yang gemar membaca buku boleh lebih girang dengan munculnya buku The Secret-nya Rhonda Byrne. Gagasan yang sebenarnya bukan baru dibungkus menarik oleh pengarang. Tampilnya tokoh-tokoh populer ikut memberi warna dan menajamkan pembaca bahwa buku ini layak dibaca. The Secret muncul dengan ide Law of Attraction-hukum tarik menarik. Apakah itu? Bagaimana itu bekerja? Hukum tarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=209&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Mereka yang gemar membaca buku boleh lebih girang dengan munculnya buku <em>The Secret</em>-nya Rhonda Byrne. Gagasan yang sebenarnya bukan baru dibungkus menarik oleh pengarang. Tampilnya tokoh-tokoh populer ikut memberi warna dan menajamkan pembaca bahwa buku ini layak dibaca.</p>
<p><em>The Secret</em> muncul dengan ide <em>Law of Attraction</em>-hukum tarik menarik. Apakah itu? Bagaimana itu bekerja? Hukum tarik menarik adalah hukum alam. Dia tercipta karena alam. Siapakah alam itu? Alam adalah manusia dan lingkungannya, baik yang dapat dijelaskan oleh rasio maupun tidak.</p>
<p>Seseorang yang berangkat ke kantor dengan pikiran dominan bahwa perjalananya lancar dan tidak ada kemacetan maka dia akan mengalami seperti apa yang dipikirkan. Mungkinkah ini terjadi di Jakarta?</p>
<p><span id="more-209"></span></p>
<p>Seorang anak memasang cek buatan sendiri senilai $ 100 juta di dinding kamarnya. Tiap hari dia berpikir bahwa cek itu nyata bukan khayalan belaka. Dan ajaib beberapa waktu kemudian dia mendapatkannya. Entah bagaimana caranya. Bahkan seorang pengarang terkenal juga sudah mengetahui rahasia ini. Maka dia berpikiran fokus bahwa penghasilannya tahun ini harus sejumlah $ xxx, dan ternyata demikian jadinya.</p>
<p>Begitulah gambaran singkat hukum tarik menarik itu. Kita dengan kekuatan pikiran fokus dapat menarik apa saja, baik yang positif maupun yang negatif, menjadi milik kita.</p>
<p>Caranya: kita memikirkan terus menerus apa yang jadi keinginan kita. Kita memintanya. Kemudian kita percaya bahwa keinginan itu terlaksana. Lalu kita seolah sudah menerimanya. Dan tak lupa mensyukurinya. Begitu kata di <em>The Secret</em>.</p>
<p>Maka, apabila Anda ingin bahagia jangan pernah berpikir soal penderitaan. Pikirkan kebahagiaan dan hal yang membahagiakan.</p>
<p>Tetap Smart dan Semangat.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=209&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/05/16/hukum-tarik-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unfinished emotion</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/24/unfinished-emotion/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/24/unfinished-emotion/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 08:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[emotion]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[unfinished emotion merupakan bentuk respons emosional terhadap apa yang kita persepsikan tidak adil yang terjadi di masa lampau. Bentuknya amat beragam, bisa berupa kebencian, kemarahan, sakit hati atau dendam. Unfinished emotion dapat terjadi karena manusia tidak segera atau tidak mau menyelesaikan permasalahan emosinya. Manusia tidak mau menerima masa lalu atau memaafkan orang-orang yang menyakitinya. Emosi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=206&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>unfinished emotion merupakan bentuk respons emosional terhadap apa yang kita persepsikan tidak adil yang terjadi di masa lampau. Bentuknya amat beragam, bisa berupa kebencian, kemarahan, sakit hati atau dendam.<br />
Unfinished emotion dapat terjadi karena manusia tidak segera atau tidak mau menyelesaikan permasalahan emosinya. Manusia tidak mau menerima masa lalu atau memaafkan orang-orang yang menyakitinya. Emosi itu bertumpuk sedemikian rupa dalam waktu yang lama. Manusia biasanya dapat bertahan karena ia melakukan mekanisme penyangkalan. Mekanisme ini berfungsi ibarat obat simtomatis yang hanya dapat meringankan gejala, tetapi tidak menyembuhkan. Cara ini mungkin efektif hanya sesaat dan sama sekali tidak menyentuh akar permasalahan.</p>
<p>Sesungguhnya, akibat dari menahan emosi dan memendam rasa tentu akan berakibat pada kesehatan pschychologis seseorang, akan tetapi cara anda dengan berdiam diri dan menghindar dari faktor yang memicu emosi tadi adalah suatu cara yang dapat dikategorikan dengan cara yang tepat, sehingga bisa membuat anda cooling down atau mengurangi ketegangan yang terjadi, hanya saja perlu ditambahkan umpama emosi yang terjadi harus disalurkan secara sadar ke tempat lain.<br />
<span id="more-206"></span><br />
Menurut Ernie Larsen, pada saat kita merasakan, menyimpan dan menahan emosi di masa lalu saat itulah terjadi suatu siklus unfinished emotion.<br />
Dio Martin dalam Emotional Quality Management prosesnya adalah seperti ini : Mula-mula ada peningkatan persepsi mengenai ketidakadilan atau ketidaknyamanan yang mencetuskan amarah, benci, dendam maupun sakit hati.<br />
Kejadian inilah yang disebut unfair trigerred events. Selanjutnya akan muncul respons dalam diri kita yang menolak atau mempertanyakan, “Kok tega-teganya dia melakukan itu padaku”. Kecenderungannya, kita mengatakan yang membenarkan perasaan tidak nyaman kita dan menolak kejadian tersebut.</p>
<p>Perasaan yang tidak nyaman akan berkembang menjadi energi kemarahan, kebencian dan dendam yang akumulatif dan meningkat. Proses pembenaran terhadap ketidak-adilan tersebut akan semakin menguat. Demikian seterusnya hingga siklus ini terus membesar menimbulkan medan energi negatif yang semakin besar.</p>
<p>Secara umum seseorang bisa saja menahan emosi yang tak terselesaikan ini, dengan melakukan beberapa usaha bentuk penyangkalan terhadap persoalan yang dihadapi.</p>
<p>Bentuk penyangkalan ini beragam.</p>
<ol>
<li>represi, dimana kita mengaburkan masalah atau berpura-pura tidak ada masalah. Ini adalah cara konyol yang hanya berujung pada penumpukkan masalah di alam bawah sadar kita.</li>
<li> pengalihan dan penghindaran. Contohnya, menenggelamkan diri kita asyik membaca koran saat ada sesuatu yang harus dilakukan. Penghindaran terhadap masalah kecil hanya membuat masalah itu berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Dan saat itu akan semakin sulit kita mengontrolnya.</li>
<li>proyeksi. Hal ini terjadi ketika emosi kita memuncak dan melampiaskan- nya pada benda atau orang lain yang sering tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan permasalahan kita.</li>
<li>perilaku menyamankan. Kita melakukan perilaku yang membuat kita nyaman untuk sementara. Yang paling sering adalah makan, ngemil, dan tidur, atau hal-hal kecil lainnya seperti menggigit pena.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya , sebenarnya bagaimana untuk menghilangkan unfinished emotion ini ?<br />
Untuk menyelesaikan persoalan ini, terdapat beberapa kata kunci. Kunci yang membuka pintu ruang jiwa.Terdapat sebuah kunci yang merupakan kekuatan besar, yaitu…</p>
<p><strong><em>Memaafkan (forgiveness).<br />
</em></strong>Kata maaf, memang lebih mudah diucapkan dibanding diterapkan. Karena perasaan terluka terkadang meninggalkan bekas tersendiri. /saudaraku ,kita tidak sendiri. Berjuta-juta orang pun pernah terluka, karena memang itulah wajah kehidupan. Kadang senyum, kadang memaki. Sama sekali tidak ada yang salah dengan luka itu, karena itu hanya membuktikan bahwa kita benar-benar menjalani sebuah kehidupan.</p>
<p>Ibnu Qudamah dalam Minhaju Qashidin menjelaskan bahwa makna memberi maaf di sini ialah sebenarnya engkau mempunyai hak, tetapi engkau melepaskannya, tidak menun-tut qishash atasnya atau denda atau pembalasan kepadanya.</p>
<p>Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Quran menjelaskan, bahwa kata maaf berasal dari bahasa Al-Quran alafwu yang berarti &#8220;menghapus&#8221; karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya.<br />
Bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu didalam hati, bila masih ada dendam yang membara. Boleh jadi, ketika itu apa yang dilakukan masih dalam tahaf &#8220;masih menahan amarah&#8221;. Usahakanlah untuk menghilangkan noda-noda itu, sebab dengan begitu kita baru bisa dikatakan telah memaafkan orang lain.<br />
Saudaraku, memaafkan orang yang pernah melukai kita adalah kunci pembuka pintu kebahagiaan yang utama, dan tentu perbuatan yang sangat berat untuk dijalani. Memaafkan orang lain membutuhkan sebuah ketulusan yang luar biasa, karena mungkin sebenarnya kita bisa membalas tindakannya.</p>
<p>Saudaraku memaafkan orang lain sebenarnya bukanlah untuk musuh kita, melainkan untuk diri sendiri, untuk kebahagiaan kita.<br />
Dr. Frederic Luskin dalam bukunya, Forgive for Good , menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres.</p>
<p>Sebaliknya, kebencian adalah pencuri yang dapat mencuri saat bahagia kita. Kebencian adalah kegelapan yang dapat meredupkan cahaya kebahagiaan dalam hati kita. Kebencian adalah mesin penyakit yang mengundang kesengsaraan bagi jiwa dan jasad kita. Kebencian adalah kesesakkan di alam jiwa kita yang dapat melahirkan tindakan kekanak-kanakan, merusak, dan menghancurkan jiwa kita sendiri.</p>
<p>Dendam yang masih berdiri kukuh dalam hati kita mungkin menghalangi kita dari kebahagiaan. Dendam itu selalu mencari-cari pembenaran. Dendam itu mungkin telah melahirkan sedemikian banyak aksi yang tidak seperlunya. Dan sekali lagi… kita mencari-cari pembenarannya. Pembenaran-pembenaran ini justru sesungguhnya hanya memenjarakan kita, semakin mempersempit ruang gerak kita.</p>
<p>Ibarat pupuk, pembenaran-pembenaran yang kita buat itu sebenarnya membuat dendam terus tumbuh berakar dalam hati kita. Pembenaran-pembenaran itu sendiri sebenarnya adalah tanda bahwa jiwa kita jauh dari kedamaian, karena perasaan emosi bisa datang kapan saja dan dimana saja. Jika disadari, pembenaran itu tidak pernah kalah apalagi mengalah. Karena pembenaran itu sebenarnya manifestasi dari ego kita, ego yang lama terpojok, terhina, terluka, dan terpinggirkan. Sekarang ia menunjukkan kekuatannya. Ia ingin berontak. Hanya sayangnya, ego tidak hanya memberontak, tapi juga ingin membalas.</p>
<p>Memaafkan membutuhkan sikap yang sangat besar. Kerelaan, menerima dan ikhlas merupakan sikap yang luhur dan mulia. Tak kan melahirkan sebuah pemaafan jika sikap yang mulia tersebut tidak dimiliki tergabung sepenuhnya. Memaafkan adalah akhlak langit yang luar biasa indah. Memaafkan juga adalah salah satu tiang kukuh dalam bangunan takwa.</p>
<p>Seseorang yang sanggup memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu ciri orang muttaqin.</p>
<p><em>Sebagaimana Allah SWT berfirman, yang artinya &#8220;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, Allah menyediakan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang atau sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&#8221; (QS. Al-Imran: 133-134).</em></p>
<p>Saudaraku janganlah kita melakukan pembenaran atas kesalahan atau kezaliman yang pernah kita lakukan. Pembenaran yang dipertahankan, tidak pernah, dan tidak akan pernah mengembalikan perasaan yang terluka menjadi sembuh, Justru menambah luka lain yang semakin besar. Hanya dengan memaafkan luka itu mewujud kebijaksanaan dan meraih titik yang meringankan dan mencerahkan jiwa.</p>
<p>Sungguh , Allah memberikan karunia yang agung kepada kita untuk menjadi manusia yang mudah meminta maaf dan memaafkan .</p>
<p><em>Dari Uqbah bin Amir, Bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya &#8220;wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.&#8221; (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).</em></p>
<p><em>Saudaraku, sesaat ketika melakukan pembebasan Makkah (Fardhu Makkah), dan dihadapan orang-orang yang selama 23 tahun gigih memusuhinya, Rasulullah berkata , yang artinya &#8220;Wahai orang-orang Quraisy. Menurut pendapat kamu sekalian apa kira-kira yang akan aku perbuat terhadapmu sekarang?<br />
Mereka, menjawab : &#8220;Yang baik-baik. Saudara kami yang pemurah. Sepupu kami yang pemurah.&#8221;<br />
Mendengar jawaban itu Nabi kemudian berkata: &#8220;Pergilah kamu semua, sekarang kamu sudah bebas.&#8221;<br />
</em><br />
Ketika Matsah yang kehidupannya dibiayai oleh Abu Bakar , justru membalasnya menyebarkan gosip yang menyangkut kehormatan putri Abu Bakar (Aisyah yang juga istri Nabi).<br />
Kemarahan Abu Bakar memuncak hingga ia bersumpah tidak akan membiayainya lagi. Tapi, Allah melarangnya sambil menganjurkan untuk memberika maaf dan berlapang dada.(Q.S. an-Nur : 22).</p>
<p>Begitulah teladan yang telah dicontoh Rasulullah , dan para sahabat tentang arti memaafkan. “Memaafkan adalah sebuah perjuangan. Kendalikan emosi Anda dan belajarlah untuk menjadi hamba yang pemaaf.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p>Sumber: http://alfach.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=206&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/24/unfinished-emotion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Six Thinking Hats: Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/23/six-thinking-hats-menyelesaikan-masalah-tanpa-masalah/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/23/six-thinking-hats-menyelesaikan-masalah-tanpa-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 14:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[topi berpikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/23/six-thinking-hats-menyelesaikan-masalah-tanpa-masalah/</guid>
		<description><![CDATA[Six Thinking Hats. By Edward de Bono. Published by Back Bay Books. Revised and updated edition, 1999. Paperback. 173 pages. ISBN 0-316-17831-4 (pb). First published in hardcover by Little, Brown and Company, 1985. “The quality of our thinking will determine the quality of our future.” – Edward de Bono - Six Thinking Hats atau Enam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=204&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Six Thinking Hats. By Edward de Bono. Published by Back Bay Books. Revised and updated edition, 1999. Paperback. 173 pages. ISBN 0-316-17831-4 (pb). First published in hardcover by Little, Brown and Company, 1985.</p>
<blockquote><p><em>“The quality of our thinking will determine the quality of our future.”</em> – Edward de Bono -</p></blockquote>
<p><a title="Six Thinking Hats - Wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Six_Thinking_Hats" target="_blank"><em>Six Thinking Hats</em></a> atau Enam Topi Berpikir<em> </em>diciptakan oleh Dr. <a title="Edward de Bono" href="http://dedehsh.wordpress.com/sensitised" target="_blank">Edward de Bono</a>. Premis yang digunakannya adalah bahwa otak manusia memiliki berbagai sudut pandang berbeda dalam berpikir. Dr. de Bono mengidentifikasi ada 5 sudut pandang yang masing-masing dilambangkannya dengan sebuah topi dengan warna berbeda. Mengapa topi? Sebuah sumber mengatakan, menurut penemunya, hal tersebut terinspirasi dari perkataan orang-orang Inggris: Pakai topi berpikirmu. Jadi, secara tradisi orang menghubungkan topi dengan berpikir.</p>
<p>Ini adalah sebuah keterampilan dasar dalam menyelesaikan masalah yang menurut saya sangat brilian. Saya sendiri heran, mengapa baru mengetahuinya. Tapi agaknya memang tidak terlalu poluper dibanding berbagai teori berpikir, manajemen, atau <em>mind tools</em> lainnya. Hasil googling, lebih banyak situs publik berbahasa Melayu yang membahas hal ini, dibanding situs berbahasa Indonesia. Secara pribadi, ini sangat membantu saya memilah dan menempatkan suatu persoalan secara objektif, mengevaluasi dan mencarikan solusi terbaik, sekaligus mencari alternatif baru. Pendek kata, membuat setiap persoalan jadi lebih segar dalam pencarian solusinya. (<em>Ummh.. bahasanya</em> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif?w=600" alt=":D" /> )</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p><em>Six Thinking Hats </em>bekerja berdasarkan prinsip <a title="Parallel Thinking - wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Parallel_thinking" target="_blank"><em>parallel thinking process</em></a>. Yaitu proses berpikir yang menempatkan setiap sudut pandang atau pendapat seseorang, paralel (sejajar) dengan sudut pandang atau pendapat yang lainnya. <em>Parallel thinking</em> adalah sebuah alternatif untuk menghindari adu argumentasi yang tidak efektif—dimana argumentasi selama ini menjadi prosedur berpikir paling mendasar. Konon, ini juga merupakan perbedaan konsep berpikir Barat dan Timur (Jepang).</p>
<p>Perhatikan analogi ini: Ada sebuah rumah besar dan indah. Satu orang berdiri di bagian depan untuk mengamatinya. Seorang yang lain berdiri di bagian belakang. Dan dua orang lainnya masing-masing di samping kanan dan kiri. Keempatnya melihat sisi yang berbeda dan saling berargumen bahwa apa yang dilihatnya adalah ‘yang benar’.</p>
<p>Menggunakan <em>parallel thinking</em>, semua orang dibawa berjalan melihat bagian depan bersama-sama, kemudian berjalan ke bagian samping, belakang, dan sisi satu lagi. Sehingga pada setiap saat semua orang diajak melihat dari sisi yang sama. Sampai semua sisi bangunan ditinjau secara utuh.</p>
<p>Seperti itulah <em>parallel thinking</em> yang kemudian diterjemahkan menjadi konsep <em>Six Thinking Hats</em> bekerja. Menyederhanakan proses berpikir dengan mengajak setiap orang untuk berpikir hanya dari satu sudut pandang yang sama pada satu saat. Kemudian meletakkan pendapat setiap orang sejajar dengan pendapat yang lainnya, tidak peduli betapa saling kontradiktifnya. <em>Not to argue or respond to what the last person has said. Simply add another idea in parallel. </em><em>Till, the subject is fully explored quickly</em>. Keenam topi berpikir masing-masing mewakili satu sudut pandang seperti akan diuraikan di bawah.</p>
<p><strong>Topi Putih </strong></p>
<p>Putih adalah netral dan objektif. Bayangkan sebuah kertas putih kosong. Mengenakan topi putih artinya kumpulkanlah informasi yang diperlukan sebanyak-banyaknya. Informasi bisa berupa fakta dan data yang sifatnya netral dan objektif. Ingat, hanya informasi. <em>Just the facts, not opinion or interpretation</em>. Semakin banyak informasi yang dikumpulkan, peta persoalan akan menjadi semakin jelas dengan sendirinya.</p>
<p>Atau untuk mudahnya, bayangkan sebuah komputer yang menyajikan semua data dan informasi yang kita perlukan. Komputer bersifat netral dan objektif. Ia tidak memberikan interpretasi atau opini apapun terhadap data dan informasi yang disajikannya. Ketika mengenakan topi putih, kita diminta berlaku seperti si komputer ini.</p>
<p><strong>Topi Merah</strong></p>
<p>Merah melambangkan emosi dan perasaan. Mengenakan topi merah artinya kita diajak memandang persoalan dari sudut pandang emosi dan perasaan, baik yang positif maupun negatif —<em>fears, likes, dislikes, loves, and hates, etc.</em>, tanpa alasan atau logika apapun. Ini adalah sesi dimana kita diberi kesempatan untuk mengatakan: <em>This is how I feel about the matter</em>. Emosi juga menyangkut tipe perasaan yang lebih kompleks dan tinggi, yaitu naluri (insting) dan intuisi. Gunakan juga naluri dan intuisi di bawah topi ini. Naluri dan intuisi seringkali bisa memberi arah akan hal yang tidak bisa dibeberkan fakta dan informasi.</p>
<p><strong>Topi Hitam</strong></p>
<p>Topi hitam adalah lambang peringatan. Mengenakan topi hitam, kita diajak untuk menjadi sangat berhati-hati. Menganalisa semua sisi negatif suatu persoalan, mencari semua faktor resiko, bahaya, kesulitan, dan kelemahan suatu ide. Mempertanyakan berbagai kemungkinan negatif. <em>What can go wrong? What are the potential problems? Where things might be wrong? </em>Topi hitam juga mengajak untuk selalu berada di jalur yang benar dan menguntungkan, tidak melanggar undang-undang, tidak melakukan hal bodoh dan tindakan ilegal. Topi hitam mengajak untuk selalu bersikap logis.</p>
<p>Topi hitam memberi arah dan peran sangat penting, tapi jika berlebihan bisa sangat mengganggu juga.</p>
<p><strong>Topi Kuning</strong></p>
<p>Kuning melambangkan cahaya dan optimisme. Juga aura positif. Berlawanan dengan topi hitam, di bawah topi kuning kita diarahkan untuk hanya berpikir hal yang positif, tetapi tetap <em>logic and not based on fantasy</em>. Topi kuning fokus pada hal-hal positif dan menguntungkan, harapan <em>and why something may work.</em> Topi kuning juga digunakan untuk berpikir konstruktif dan generatif, membuat segalanya bisa dilaksanakan. Topi kuning juga bersifat spekulatif, mencari segala kemungkinan untuk menerjemahkan visi, impian dan harapan.</p>
<p>Topi kuning mempunyai spektrum positif yang cukup lebar, terentang dari sisi logis dan praktis pada satu sisi dan impian, visi serta harapan di sisi yang lain.<em> Overoptimistic can lead foolishness.<br />
</em></p>
<p><strong>Topi Hijau</strong></p>
<p>Topi hijau melambangkan energi, pertumbuhan, produktivitas. Di bawah topi hijau kita menumbuhkan kreativitas, mencari ide baru dan berbagai alternatif. Di bawah topi hijau kita mengcounter kesulitan yang terdeteksi pada topi hitam. Tinggalkan ide lama dan beralihlah kepada hal-hal dan perspektif baru. Topi hijau adalah perubahan.</p>
<p><strong>Topi Biru</strong></p>
<p>Biru adalah warna angkasa, biru adalah sesuatu diatas segala. Topi biru adalah kontrol. Topi biru digunakan untuk mengontrol proses berpikir dan penggunaan topi-topi berpikir lainnya. Biasanya digunakan oleh yang ditunjuk sebagai fasilitator atau pimpinan pada awal pertemuan untuk memberi arahan tentang situasi yang dihadapi, arah mana yang dituju, serta tujuan dan capaian yang dikehendaki. Pada akhir pertemuan, topi biru juga biasanya meminta hasil pertemuan yang bisa berupa kesimpulan, keputusan, <em>summary</em>, solusi atau apapun. Di bawah topi biru juga ditentukan rencana atau langkah selanjutnya.</p>
<p><em>See..?</em> Kita dapat mengubah topi berpikir yang digunakan setiap saat diperlukan. Kesemua topi tidak harus digunakan berurutan, tetapi semua harus digunakan. Satu topi boleh digunakan lebih dari satu kali. Jika pada akhirmya harus tetap dilakukan pilihan akan dua hal berbeda, pilihan tetap dilakukan, tetapi tidak terjadi adu argumen pada setiap langkah.</p>
<p>Sebuah metode pengambilan keputusan yang <em>kelewat</em> simpel dan praktis, bukan? Mudah dipraktekkan kapan dan di mana saja, oleh siapapun dan dalam situasi apapun. Tidak perlu suasana formal, praktekkan saja dalam kehidupan dan masalah sehari-hari. Dan jangan lupa.. cari sensasi segar <em>when you can beat the odds</em> seperti saya kemukakan di atas tadi. <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif?w=600" alt=":D" /></p>
<p>Nah, selamat mencoba dan rasakan bedanya. <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?w=600" alt=":)" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=204&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/23/six-thinking-hats-menyelesaikan-masalah-tanpa-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses Dalam Bekerja</title>
		<link>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/14/tips-sukses-dalam-bekerja/</link>
		<comments>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/14/tips-sukses-dalam-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 03:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashlan</dc:creator>
				<category><![CDATA[HR Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentalsukses.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Sukses, banyak orang yang menginginkan untuk menjadikan hidupnya menjadi seperti itu, sukses. Sukses dalam berbagai bidang; sukses dalam asmara, sukses dalam studi/sekolah, atau sukses dalam mengejar karir/bekerja. Tapi bagaimana menjadi sukses itu? sukses merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan yang kita inginkan dan sukses bukan merupakan akhir dari proses karena sukses merupakan awal dari proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=202&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukses</strong>, banyak orang yang menginginkan untuk <a title="Meningkatkan Kualitas Diri" href="http://www.f-buzz.com/2009/05/11/meningkatkan-kualitas-diri/">menjadikan hidupnya</a> menjadi  seperti itu, sukses. Sukses dalam berbagai bidang; sukses dalam asmara,  sukses dalam studi/sekolah, atau sukses dalam mengejar <a title="Motivasi Diri Dalam Bekerja" href="http://www.f-buzz.com/2009/03/03/motivasi-diri-dalam-bekerja/">karir/bekerja</a>. Tapi bagaimana  menjadi <a title="Tingkatan Sukses" href="http://www.f-buzz.com/2009/02/23/tingkatan-sukses/"><strong>sukses </strong></a>itu? sukses  merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan yang kita inginkan dan  sukses bukan merupakan akhir dari proses karena sukses merupakan awal  dari proses sebelumnya.</p>
<p><strong>Sukses </strong>adalah <a title="4 Point menuju masa depan yang lebih indah" href="http://www.f-buzz.com/2008/10/28/4-pondasi-menuju-masa-depan-yang-lebih-indah/">dambaan </a>setiap  orang, dan berikut ini beberapa tips untuk sukses dalam bekerja. Dalam <a title="Dunia Kerja" href="http://www.f-buzz.com/category/dunia-kerja/"><strong>dunia  kerja</strong></a>, seperti halnya pada pertandingan sepak bola/olah  raga, dimana mengenal kompetisi atau persaingan untuk mencapai  kesuksesan dalam berkarir. Berikut ini beberapa tips yang mungkin  berguna untuk meraih <strong>sukses dalam bekerja</strong>.</p>
<p><span id="more-202"></span></p>
<p>1. Selalu bersikap dan <a title="Cara Berfikir Agar Sukses" href="http://www.f-buzz.com/2009/01/30/cara-berpikir-agar-sukses/">berfikir </a>dalam <strong>positive  thinking</strong> dan optimis<br />
2. Menjalin <strong>kerjasama </strong>yang baik dengan rekan kerja  lainnya<br />
3. Bersikaplah “dewasa” dengan mengakui kesalahan jika hal itu memang  kesalahan dari kita tanpa menyalahkan pihak/orang lain.<br />
4. <a title="Dari Sudut Pandang Siapa" href="http://www.f-buzz.com/2009/01/29/dari-sudut-pandang-siapa/">Pahami </a>aturan-aturan tertulis  maupun tak tertulis dalam perusahaan kita bekerja, sebelum berkompetisi  mencapai target karir tertentu<br />
5. <a title="Kiat Praktis Manajemen Waktu di Area Kerja" href="http://www.f-buzz.com/2008/11/11/kiat-praktis-sukses-implementasi-manajemen-waktu-di-area-kerja-anda/">Kembangkan </a>terus  sikap bertoleransi dan saling menghormati rekan kerja.<br />
6. Meskipun ada perbedaan dengan rekan kerja, tetap hargai mereka  meskipun hal itu merupakan kelemahan dan kekuatan mereka.<br />
7. Ciptakan suasana dan kondisi yang rapi didalam tempat kerja agar bisa  lebih konsentrasi<br />
8. Buatlah <a title="Urgent Vs Important" href="http://www.f-buzz.com/2008/11/03/urgent-vs-important/">prioritas </a>dalam setiap tindakan/proses<br />
9. <a title="Kiat Mendapatkan Penghasilan Lebih" href="http://www.f-buzz.com/2008/12/01/kiat-mendapatkan-penghasilan-lebih/">Jangan pernah ragu-ragu</a> didalam membantu rekan kerja ketika mereka mengalami kesulitan dalam  menyelesaikan tugas<br />
10. Jangan pernah iri/dengki hati ketika rekan kerja <a title="Sasaran dari tujuan hidup" href="http://www.f-buzz.com/2008/11/01/sasaran-dari-tujuan-hidup/">meraih kesuksesan </a>tetapi jadikan  sebagai pemicu untuk lebih berusaha dalam mencapai sukses<br />
11. <strong>Disiplin</strong>, seperti pada point ke delapan, rencana  dan pengaturan <a title="Strategi Sukses Manajemen Waktu untuk Mahasiswa" href="http://www.f-buzz.com/2008/12/10/strategi-sukses-manajemen-waktu-untuk-mahasiswa/">waktu </a>sesuai  yang di jadualkan<br />
12. Ketika mengalami kegagalan, <a title="Tips Mengatasi Stress" href="http://www.f-buzz.com/2009/03/04/tips-mengatasi-stress/">intropeksi diri </a>dan selalu optimis  untuk mencapai kesuksesan dimasa depan.</p>
<p>Sumber : http://www.f-buzz.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentalsukses.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentalsukses.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentalsukses.wordpress.com&amp;blog=11039159&amp;post=202&amp;subd=mentalsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentalsukses.wordpress.com/2010/04/14/tips-sukses-dalam-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654ca600e41663fd4cd6cd830b661f5d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trenggana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
